logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊJaga Protokol Kesehatan di...
Iklan

Jaga Protokol Kesehatan di Angkutan Umum

Sektor transportasi mesti menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Oleh
C Anto Saptowalyono
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/y9ORHinTYrexKSqhiT1i7M7yZqE=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F05%2Facd9469b-ea5e-4c9a-91d4-a2dc30092104_jpg.jpg
KOMPAS/AFFAN ADENENSI RIZA FATHONI

Petugas membagikan formulir kepada penumpang kereta api luar biasa (KLB) Gambir-Semarang Tawang saat tiba di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (28/5/2020). Rangkaian kereta itu membawa 30 penumpang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan Pergub DKI Nomor 47 Tahun 2020 tentang Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki warga untuk keluar atau masuk ke wilayah Jakarta yang bertujuan menekan angka kasus Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS β€” Keberpihakan dan pengembangan transportasi umum higienis merupakan salah satu isu di sektor transportasi Indonesia menghadapi normal baru di tengah pandemi Covid-19. Hal itu seiring dengan rencana pelonggaran pembatasan sosial berskala besar yang berulang kali disuarakan pemerintah, diikuti protokol agar masyarakat tetap produktif dan aman Covid-19.

Meski demikian, berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dirilis Minggu (31/5/2020), jumlah kasus positif Covid-19 belum menurun. Ada tambahan 700 kasus positif baru sehingga secara keseluruhan ada 26.473 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Adapun 1.613 orang terpapar Covid-19 meninggal dan 7.308 orang sembuh.

Editor:
dewiindriastuti
Bagikan