logo Kompas.id
EkonomiPola Belanja Berubah, Pertimbangan Lebih Matang

Pola Belanja Berubah, Pertimbangan Lebih Matang

Masyarakat beralih ke belanja daring dan mempertimbangkan banyak hal saat berbelanja. Sebab, mereka khawatir dengan kondisi perekonomian yang tidak pasti akibat pandemi Covid-19.

Oleh M Paschalia Judith/Dimas Waraditya Nugraha/BM Lukita Grahadyarini
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Keramaian warga di kawasan Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, meski masih dalam masa pandemi Covid-19, Senin (18/5/2020). Aktivitas pasar yang biasa dikenal dengan sebutan Pasar Anyar ini kembali ramai dengan aktivitas perdagangan, terutama mendekati Hari Raya Idul Fitri. Meski masih masuk dalam masa pembatasan sosial berskala besar, pembatasan jarak tidak terjaga dengan baik seiring animo warga berbelanja dan munculnya pedagang-pedagang musiman yang berjualan pakaian di depan pasar. Dengan demikian, risiko bahaya penyebaran Korona semakin besar dan tidak terkendali.

JAKARTA, KOMPAS — Pandemi Covid-19 mengubah pola belanja masyarakat, dari mengunjungi toko fisik ke laman perdagangan secara elektronik atau e-dagang. Masyarakat juga semakin cermat berbelanja dengan mempertimbangkan nilai dan harga produk karena pandemi menimbulkan ketidakpastian dalam perekonomian.

Survei Implications of Covid-19 for Retail and Consumer Goods in Indonesia oleh McKinsey & Company menunjukkan, 36 persen responden menyatakan menggunakan aplikasi untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan 40 persen memanfaatkan e-dagang selama pandemi Covid-19. Survei pada 25-26 April 2020 terhadap 711 orang responden itu juga menunjukkan, lebih dari 40 persen responden akan mengurangi frekuensi belanja secara fisik di pasar tradisional, toko kelontong, dan ritel.

Editor: dewi indriastuti
Bagikan
Memuat data..