logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊMembeli Rumah, dari Siasat...
Iklan

Membeli Rumah, dari Siasat hingga Menyiapkan Dana Darurat

Pandemi Covid-19 menjadi kesempatan bagi masyarakat yang hendak membeli hunian untuk melihat kembali kemampuan finansialnya. Dalam mengukur kemampuan finansial di tengah pandemi, dana darurat mesti mendapatkan prioritas.

Oleh
M Paschalia Judith J
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/nQ_dU_RWeGkJ15iOFHfJ7MR7K8o=/1024x591/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F04%2F0eeea596-5d82-4c05-aee9-88bf31e7976c_jpg.jpg
Kompas/Hendra A Setyawan

Deretan rumah baru dibangun di sebuah kluster perumahan di kawasan Gunung Batu, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (26/4/2020). Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi melambat. Kondisi ini memukul sektor properti. Tahun ini, Real Estat Indonesia (REI) menargetkan pembangunan 259.808 rumah subsidi dan 200.000 rumah nonsubsidi. Target itu diturunkan 30 persen akibat kondisi perekonomian tak menentu.

Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen, termasuk di sektor properti. Pandemi membuat sejumlah konsumen di kelompok usia 20-30 tahun menunda rencana membeli rumah. Alokasi dana untuk membeli rumah hunian itu tersebut pun mengalami penyesuaian.

Plasida Byanca N (26), karyawan asal Cibubur, Jakarta Timur, sebenarnya telah berencana menyurvei rumah yang akan dibelinya pada April 2020. Ada dua lokasi rumah yang telah dipilihnya, yaitu di Bintaro, Tangerang, dan Cijantung, Jakarta Timur.

Editor:
Hendriyo Widi
Bagikan