logo Kompas.id
EkonomiPemerintah Beri Sinyal Tak Turunkan Harga BBM

Pemerintah Beri Sinyal Tak Turunkan Harga BBM

Harga minyak mentah dunia dan kurs rupiah yang masih labil menjadi alasan pemerintah untuk tak mengubah harga BBM. Di satu sisi, permintaan BBM dalam negeri merosot cukup drastis.

Oleh ARIS PRASETYO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/SATRIO PANGARSO WISANGGENI

Stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Jalan Palmerah Barat tetap beroperasi seperti biasa pada Jumat (10/4/2020) pukul 12.30.

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah memberi sinyal tidak akan menurunkan harga bahan bakar minyak kendati harga minyak mentah merosot drastis dalam tiga bulan terakhir. Alasan pemerintah adalah harga minyak mentah dunia dan kurs rupiah terhadap dollar AS masih labil.

Sejumlah anggota Komisi VII DPR mendesak pemerintah menurunkan harga BBM seiring kejatuhan harga minyak mentah dunia. Desakan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif secara daring, Senin (4/5/2020).

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mukhamad Kurniawan
Bagikan
Memuat data..