logo Kompas.id
EkonomiDemi Efisiensi dan Fokus, BUMN Pangkas Anak Usaha

Demi Efisiensi dan Fokus, BUMN Pangkas Anak Usaha

Pandemi Covid-19 ikut memukul keuangan perusahaan pelat merah. Kementerian Badan Usaha Milik Negara berencana memangkas anak usaha yang tak efisien demi menopang arus kas perusahaan.

Oleh Agnes Theodora
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Wawan H Prabowo

(dari kiri ke kanan) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri BUMN Erick Thohir menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/2/2020). 

JAKARTA, KOMPAS - Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020, dividen dari badan usaha milik negara atau BUMN ditargetkan Rp 49 triliun. Namun, pandemi Covid-19 dinilai berdampak serius terhadap keuangan perusahaan. Target setoran ke negara diprediksi sulit dicapai hingga dua tahun ke depan.

Pada 20 Februari 2020, saat presentasi di hadapan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Menteri BUMN Erick Thohir optimistis target dividen bisa dicapai, bahkan naik dua kali lipat. Namun, dalam rapat kerja telekonferensi dengan Komisi VI DPR, Jumat (3/4/2020), Erick menyatakan, target dividen harus realistis. Akibat pandemi Covid-19, perusahaan-perusahaan pelat merah kemungkinan hanya bisa menyetor dividen 50 persen dari target Rp 49 triliun.

Editor: Mukhamad Kurniawan
Bagikan
Memuat data..