logo Kompas.id
EkonomiHarga Bijih Nikel Pasar...

Harga Bijih Nikel Pasar Domestik Timbulkan Masalah

Petambang keberatan dengan rendahnya harga bijih di dalam negeri untuk dijual ke smelter nikel, apalagi mereka tidak diperbolehkan lagi mengekspor bijih nikel per Januari 2020.

Oleh
ARIS PRASETYO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/NP261bLYYx9WdMrgKMMcYWA6W4g=/1024x655/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F02%2F20190225_101517_1551168279.jpg
KOMPAS/ELSA EMIRIA LEBA

Tampak depan area pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter berbasis nikel milik PT Virtue Dragon Nickel Industry di Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (25/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS — Belum adanya kepastian harga patokan mineral untuk jenis bijih nikel kadar rendah di dalam negeri menimbulkan masalah. Petambang merasa keberatan dengan rendahnya harga bijih di dalam negeri untuk dijual ke smelter nikel, apalagi mereka tidak diperbolehkan lagi mengekspor bijih nikel per Januari 2020.

Perbandingan harga bijih nikel kadar yang diekspor dengan harga jual di pasar domestik cukup lebar. Data dari Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), harga bijih nikel kadar 1,8 persen di pasar internasional sebesar 59 dollar AS per ton sampai 61 dollar AS per ton. Sementara untuk kadar yang sama, harga di dalam negeri berkisar 38 dollar AS per ton sampai 40 dollar AS per ton.

Editor:
Hendriyo Widi
Bagikan