logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊTol Layang Lingkar Luar...
Iklan

Tol Layang Lingkar Luar Jakarta Seharga MRT Ditolak Banyak Pihak

Warga meragukan efektivitas Jalan Tol Layang Lingkar Luar untuk mengurangi kemacetan. Rencana pembangunan ini berbeda dengan langkah sebagian negara lain yang berlomba memperbaiki angkutan publik daripada membangun tol.

Oleh
Kurnia Yunita Rahayu
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/iBCN4QskK4XdQj3sICI9pLqmk9g=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F02%2FDSCF3095_1581584095.jpg
KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU

Suasana di Jalan Tol JORR ruas Bambu Apus, TMII, Jakarta, Rabu (12/2/2020). Menurut rencana, pada ruas Jatiasih-Ulujami yang juga melewati ruas ini akan dibangun tol layang sepanjang 22 kilometer.

JAKARTA, KOMPAS β€” Pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Elevated atau Tol Layang JORR diperkirakan membutuhkan biaya Rp 21,5 triliun untuk jalan sepanjang sekitar 22 kilometer. Alokasi dana Rp 1 triliun per kilometer itu setara dengan pembangunan moda raya terpadu fase 1 yang menghabiskan biaya Rp 16 triliun untuk transportasi massal di jalur sejauh 15,7 kilometer.

Bagi sebagian warga, sejumlah dana yang dibutuhkan untuk membangun Jalan Tol Layang JORR dari Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, hingga Ulujami, Jakarta Selatan, itu tidak sepadan dengan hasilnya kelak karena diprediksi tidak bisa mengurangi kemacetan secara signifikan. Investasi triliunan rupiah itu dinilai akan lebih bermanfaat jika dialokasikan pada pembangunan transportasi massal.

Editor:
Andy Riza Hidayat
Bagikan