logo Kompas.id
EkonomiAlokasi Dana Pungutan Ekspor...
Iklan

Alokasi Dana Pungutan Ekspor CPO Belum Sejahterakan Petani

Oleh
· 5 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/UvUX34I7z5T339iI02nU6Q82hd0=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F12%2Fkompas_tark_13613006_144_0.jpeg
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN

Pekerja menaikkan tandan buah segar sawit ke truk di perkebunan kelapa sawit milik PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk di Tanah Raja Estate, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS - Alokasi dana pungutan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil yang dihimpun Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dinilai bermasalah. Alokasi tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk insentif biodiesel dari pada ke petani kelapa sawit yang digunakan antara lain untuk peremajaan tanaman.

Alokasi dana pungutan ekspor crude palm oil (CPO) saat ini dinilai membuat petani kelapa sawit kesulitan meningkatkan kesejahteraannya. Jaringan Organisasi Petani Sawit Indonesia menghitung, dari total Rp 43 triliun, yang dipungut Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dari ekspor CPO selama empat tahun terakhir, petani hanya mendapatkan insentif sebesar Rp 702 miliar untuk dana penanaman kembali atau peremajaan. Nilai itu sangat kecil dibandingkan Rp alokasi dana pungutan ekspor sebesar 38,7 triliun yang diberikan kepada industri produsen biodisel.

Editor:
khaerudin
Bagikan