logo Kompas.id
EkonomiMenyelamatkan Subsidi

Menyelamatkan Subsidi

Dalam sepekan terakhir PT Pertamina Persero menemukan penyalahgunaan elpiji 3 kilogram yang disubsidi negara di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta Lebih dari 700 tabung elpiji bersubsidi per bulan digunakan oleh konsumen yang seharusnya tidak layak disubsidi Buntut lemahnya sistem pendistribusi

Oleh ARIS PRASETYO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/PRIYOMBODO

Pekerja menata tabung elpiji subsidi 3 kilogram di pangkalan elpiji di kawasan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018). Volume elpiji 3 kg dalam APBN 2019 diusulkan 6,825 juta ton-6,978 juta ton. Sementara itu dalam APBN 2018,subsidi elpiji 3 kg yang dialokasikan 6,45 juta ton.

Dalam sepekan terakhir, PT Pertamina (Persero) menemukan penyalahgunaan elpiji 3 kilogram yang disubsidi negara di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Lebih dari 700 tabung elpiji bersubsidi per bulan digunakan oleh konsumen yang seharusnya tidak layak disubsidi. Buntut lemahnya sistem pendistribusian di lapangan.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) Pertamina bersama unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), ditemukan konsumen mampu, seperti rumah makan dan usaha peternakan, memakai elpiji yang sejatinya buat masyarakat miskin itu. Dari sejumlah temuan di Kabupaten Bantul, misalnya, sebanyak 756 tabung elpiji 3 kilogram dipakai konsumen mampu. Sementara pada beberapa rumah makan di Klaten, Jawa Tengah, ditengarai 71 tabung elpiji 3 kilogram yang digunakan setiap bulannya.

Editor:
Bagikan
Memuat data..