logo Kompas.id
EkonomiModel Perdagangan O2O Dianggap...

Model Perdagangan O2O Dianggap Cocok dengan Indonesia

Oleh
Caecilia Mediana
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/YHJqxp1X04paQq-Olnnm0pEIAuw=/1024x682/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F02%2FFoto-3.jpeg
Dokumentasi Kioson

Direktur Utama PT Kioson Komersial Tbk (Kioson) Jasin Halim (kanan) menunjukkan aplikasi Kioson kepada Direktur Informasi dan Teknologi sekaligus Kepala Proyek Sales PT Pos Indonesia (Persero) Charles Sitorus (kiri) dalam acara peresmian kerja sama antara Kioson dan PT Pos Indonesia (Persero) hari ini, Selasa (13/2).

JAKARTA, KOMPAS — Model perdagangan dalam jaringan (daring) ke luar jaringan (luring) dan sebaliknya, atau biasa disebut O2O, dinilai paling cocok dengan pasar ritel Indonesia yang kini tengah menghadapi tren digital.

Alasannya adalah masih banyak masyarakat Indonesia mengalami kesenjangan akses keuangan, logistik, dan internet.

Editor:
Bagikan