logo Kompas.id
EkonomiFAO Bangun Fasilitas Pemrosesan Sagu Terintegrasi Pertama di Dunia

FAO Bangun Fasilitas Pemrosesan Sagu Terintegrasi Pertama di Dunia

JAKARTA KOMPAS Saat ini sekitar satu dari sembilan orang di dunia tidak memiliki cukup pangan untuk dikonsumsi sementara kekurangan gizi masih tetap menjadi tantangan dan beban yang serius untuk menjamin pembangunan manusia seutuhnya Di Asia 520 juta penduduk mengalami kekurangan gizi dan 2

Oleh Andreas Maryoto
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/AHMAD ARIF

Peserta pameran menunjukkan berbagai jenis makanan berbasis sagu dalam acara Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana, di Sorong, Papua Barat, Senin (23/10). Kedaulatan pangan merupakan syarat penting daya tahan masyarakat lokal menghadapi bencana alam. Hal ini akan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan logistik dari luar.

JAKARTA, KOMPAS — Saat ini, sekitar satu dari sembilan orang di dunia tidak memiliki cukup pangan untuk dikonsumsi, sementara kekurangan gizi masih tetap menjadi tantangan dan beban yang serius untuk menjamin pembangunan manusia seutuhnya. Di Asia, 520 juta penduduk mengalami kekurangan gizi dan 20 juta diperkirakan berada di Indonesia. Jumlah anak yang rawan gizi masih tinggi di Indonesia dengan satu di antara tiga anak di bawah umur lima tahun menderita keterlambatan pertumbuhan akibat kekurangan gizi akut.

Kepastian peningkatan produksi pangan dan kemudahan akses untuk peningkatan pendapatan demi mewujudkan diet pangan yang beragam dan sehat adalah kunci untuk menjawab tantangan di atas, sekaligus untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), terutama tujuan ke dua, yaitu sebagai upaya pengurangan kelaparan, akan mampu menjawab segala bentuk kekurangan gizi serta menjamin pembangunan pertanian berkelanjutan menuju tahun 2030.

Editor:
Bagikan
Memuat data..