logo Kompas.id
EkonomiKesiapan Moda Transportasi Dievaluasi

Kesiapan Moda Transportasi Dievaluasi

JAKARTA KOMPAS &mdash Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan terus mengevaluasi kesiapan moda transportasi angkutan Idul Fitri 2017 Kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas pemerintahKereta api menjadi pilihan favorit masyarakat saat Lebaran Kami akan terus m

· 3 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan terus mengevaluasi kesiapan moda transportasi angkutan Idul Fitri 2017. Kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas pemerintah."Kereta api menjadi pilihan favorit masyarakat saat Lebaran. Kami akan terus memeriksa kesiapan menyangkut keamanan rel kereta dan jalan raya agar saat puncak mudik ataupun arus balik lancar tanpa kendala," kata Budi Karya saat meninjau kesiapan kereta api penumpang di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat (14/4).Seusai shalat Jumat di Stasiun Senen, Budi Karya memerika kesiapan angkutan kereta api di stasiun tersebut. Ia menyempatkan diri masuk ke dalam rangkaian KA Jayabaya tujuan akhir Kota Malang, Jawa Timur, dan berbincang dengan penumpang. Seusai peninjauan, Budi Karya melanjutkan kunjungan ke Stasiun Gambir di Jakarta Pusat.Executive Vice President PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I Jakarta John Roberto menambahkan, untuk mengantisipasi puncak mudik Lebaran tahun ini dilakukan penambahan rangkaian kereta api. Pihaknya memperkirakan puncak arus mudik Lebaran terjadi pada H-3 atau pada 22 Juni 2017. Ada 38 kereta tambahan untuk Lebaran tahun ini."Kereta api reguler sebanyak 333 kereta. Jika ditambah dengan kereta tambahan, menjadi 371 kereta dengan jumlah kursi mencapai 222.014 buah," ucap John.Seusai dari Stasiun Gambir, Budi Karya beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Di bandara, Budi Karya mengungkapkan, per 1 Mei 2017 semua penerbangan internasional maskapai Garuda Indonesia mulai beroperasi. Namun, perlu sejumlah perbaikan pada infrastruktur bandara."Terutama pada swing gate untuk pesawat berbadan lebar Garuda. Sisanya adalah perbaikan-perbaikan kecil yang tak signifikan," ucap Budi Karya.Stok pangan Pemerintah menjamin stok sejumlah komoditas pangan menjelang bulan puasa mulai akhir Mei 2017. Ketentuan baru tentang wajib lapor bagi distributor dan agen bahan pokok diharapkan turut mengerem lonjakan harga.Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan jaminan tersebut seusai mengunjungi Pasar Senen, Pasar Rawamangun, dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (13/4). Jaminan setidaknya meliputi komoditas beras, daging, minyak goreng, cabai, dan bawang.Amran menyatakan, stok beras di gudang-gudang Perum Bulog mencapai 2,1 juta ton pada Kamis pagi. Jumlahnya diperkirakan bertambah hingga 2,5 juta ton menjelang bulan Ramadhan 1438 Hijriah. "Gudang (Bulog) di Divre DKI Jakarta penuh, sementara di Jawa Barat dan Jawa Tengah, kami sewa 40-50 gudang tambahan," ujarnya.Menurut Amran, Kementerian Perdagangan dan Bulog juga mengamankan bawang dengan menyiapkan 2.000 ton bawang merah dan 1.000 ton bawang putih. Dia justru khawatir harga bawang merah petani anjlok karena produksi bertambah.Stok daging, gula, dan minyak goreng juga diklaim aman. Menurut Enggartiasto, selain stok 40.000 ton yang ada di gudang Bulog, ada tambahan sekitar 30.000 ton dari sisa kuota impor daging kerbau yang belum terealisasi. Jumlah itu dinilai cukup untuk menambah pasokan daging ke pasar.Berkaca dengan data stok dan kebutuhan, Amran dan Enggartiasto menyatakan, harga semestinya tak akan melonjak tinggi menjelang Ramadhan tahun ini. Sementara itu, sejak 3 April 2017, lewat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok, pemerintah mewajibkan pelaku usaha distribusi melaporkan stoknya. Dengan cara ini, data stok dan penyalurannya diharapkan terawasi lebih baik.Distributor pangan dapat mendaftarkan usahanya secara daring melalui Sistem Informasi Perizinan Terpadu di situs https://sipt.kemendag.go.id. Pemohon mencantumkan surat izin usaha perdagangan dari instansi setempat dan jenis barang yang diperdagangkan yang diatur dalam ketentuan itu, yakni hasil pertanian (beras, kedelai, cabai, bawang merah), hasil industri (gula, minyak goreng, terigu), dan hasil perikanan atau peternakan (daging sapi, ayam, dan telur). (APO/MKN)

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor:
Bagikan
Memuat data..