logo Kompas.id
EkonomiPariwisata Kelas Dunia

Pariwisata Kelas Dunia

Pariwisata Indonesia sedang bergeliat Wisatawan mancanegara atau wisman yang datang terus-menerus bertambah Jika pada 2014 jumlah wisman mencapai 94 juta orang Tahun 2015 mencapai 104 juta orang Tahun 2016 lalu pemerintah menargetkan bisa mendatangkan 12 juta orang wisman Namun angka pas

· 3 menit baca

Pariwisata Indonesia sedang bergeliat. Wisatawan mancanegara atau wisman yang datang terus-menerus bertambah. Jika pada 2014, jumlah wisman mencapai 9,4 juta orang. Tahun 2015 mencapai 10,4 juta orang. Tahun 2016 lalu, pemerintah menargetkan bisa mendatangkan 12 juta orang wisman. Namun, angka pastinya baru akan dikeluarkan Badan Pusat Statistik pada pertengahan Februari ini.Peningkatan wisman yang datang tentu saja menggembirakan. Namun, pemerintah kiranya perlu melakukan suatu upaya agar yang datang lebih banyak lagi. Seperti diketahui, kunci sukses dari pariwisata ada tiga hal, yakni aksesibilitas, atraksi, dan fasilitas, seperti hotel dan restoran.Pemerintah sudah mulai membangun banyak bandar udara dan pelabuhan yang menjadi pintu gerbang bagi datangnya para turis ini. Beberapa bandara juga ditingkatkan layanannya, dari yang semula unit pelayanan teknis menjadi badan layanan umum. Bahkan Bandara Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, kini statusnya ditingkatkan menjadi bandara internasional. Jadi, pesawat dari Singapura dan Malaysia bisa langsung mendarat di Belitung tanpa harus transit ke Jakarta dulu.Konektivitas penerbangan juga ditingkatkan. Penerbangan langsung dari Tiongkok tidak hanya ke Jakarta dan Bali, tetapi juga Manado. Frekuensinya juga ditingkatkan. Garuda Indonesia sejak akhir tahun lalu, juga membuka rute baru ke India, melalui Thailand. Seperti diketahui, selain Tiongkok dan Timur Tengah, kunjungan turis India juga naik.Namun, dari gencarnya upaya mendatangkan para turis dengan membuka akses sebanyak-banyaknya, tidak akan ada artinya apabila tidak ada atraksi yang bisa dinikmati di Indonesia. Memang keunggulan pariwisata Indonesia adalah alam dan budaya. Namun, dampaknya akan lebih terasa apabila atraksi juga disediakan. Apalagi atraksi yang diselenggarakan adalah atraksi tingkat dunia. Kita ingin menarik turis dunia, maka yang kita tawarkan juga harus tingkat dunia.Akhir Januari lalu, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Roadgrip Motorsports UK Ltd dan Mrk1 Consulting untuk membangun sirkuit di atas lahan 80 hektar di Mandalika. Penandatanganan nota kesapahaman ini tentu saja akan membuat pariwisata kita akan makin dilihat dunia. Liputan media memang akan membawa dampak yang signifikan. Belum lama ini pebalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, memilih berlibur ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kehadirannya di sana direkam dengan foto-foto yang diunggah Rossi di akun media sosialnya. Rekaman ini tentu saja menjadi promosi pariwisata Indonesia, karena pengikut media sosial Rossi mencapai 4,8 juta penggemar di dunia.Ibarat produk, destinasi dengan ikon komodo itu langsung naik daun. Pilihan di antara ribuan destinasi wisata alam dan bahari di dunia yang menjanjikan berbagai keunggulan dalam akses, atraksi maupun amenitas, justru komodo dan Labuan Bajo yang menyangkut di benak dan menjadi pilihannya. Tentu, pamor dan popularitas destinasi andalan NTT ini langsung menanjak karena dipromosikan secara tidak langsung oleh juara MotoGP asal Italia itu. Dengan kenyataan ini, sudah waktunya Indonesia mulai terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tingkat dunia. (M Clara Wresti)

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor:
Bagikan
Memuat data..