logo Kompas.id
EkonomiPengembangan Perkuat Daya Saing

Pengembangan Perkuat Daya Saing

JAKARTA KOMPAS &mdash Pengembangan kewirausahaan mikro penting untuk memperkuat daya saing Indonesia pada kancah Masyarakat Ekonomi ASEAN Untuk mengembangkan usaha pelaku usaha mikro memerlukan dukungan permodalan pelatihan sesuai kebutuhan promosi dan jaringan untuk berkembang Pelaku

· 2 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Pengembangan kewirausahaan mikro penting untuk memperkuat daya saing Indonesia pada kancah Masyarakat Ekonomi ASEAN. Untuk mengembangkan usaha, pelaku usaha mikro memerlukan dukungan permodalan, pelatihan sesuai kebutuhan, promosi, dan jaringan untuk berkembang. "Pelaku usaha mikro jadi pilar penting di sejumlah negara," kata Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N Makki di Jakarta, Selasa (31/1). Elvera mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pelaku usaha mikro di Indonesia terus meningkat. Pada 2015, usaha mikro mencapai 3.385.851 unit, meningkat 17,3 persen dari 2013 yang sebanyak 2.887.015 unit. Elvera menuturkan, selama 12 tahun berturut-turut, Citi menggelar penghargaan kewirausahaan mikro (Citi Microentrepreneurship Awards) di lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia. Secara global, Citi berinvestasi lebih dari 18,2 juta dollar AS untuk pengembangan jaringan institusi pembiayaan mikro. Sebanyak 9 juta dollar AS diberikan bagi 6.000 lebih pengusaha mikro di sejumlah negara, termasuk Indonesia. "Upaya selama 12 tahun berturut-turut ini sejalan dengan rencana strategis pemerintah dan arahan Otoritas Jasa Keuangan untuk memperkuat daya saing nasional," ujar Elvera.Ia menambahkan, pelaku usaha yang jadi peraih penghargaan kewirausahaan itu mendapatkan uang tunai dan pembinaan. Pembinaan diberikan dalam bentuk kredit usaha rakyat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta inisiatif dan inovasi Citi bersama institusi pembiayaan mikro.Tenaga ahli direksi Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Auza Djamil Hakim, mengatakan, daya saing kian dibutuhkan di tengah persaingan pasar bebas. "Pelaku usaha yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif akan menguasai ekspor. Sebaliknya, yang tidak memiliki keunggulan hanya dapat mencukupi kebutuhan melalui impor," kata Auza. Program Director Agriculture and Financial Service Mercy Corps Indonesia Andi Ikhwan mengatakan, penjaringan peserta Citi Microentrepreneurship Awards menggandeng sejumlah organisasi yang memiliki jaringan kuat dengan lembaga keuangan mikro. "Misalnya, kami bermitra dengan Perbarindo, wadah bank perkreditan rakyat yang ada di seluruh Indonesia. Kami menggandeng perkumpulan dan asosiasi serta lembaga yang memiliki kerja sama dengan koperasi," tutur Andi. Pemenang Wirausaha Mikro Terbaik 2012, Kusnodin, mengatakan, manfaat yang diterimanya sebagai pemenang antara lain berupa promosi usaha. (CAS)

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..