logo Kompas.id
Pendidikan & Kebudayaan”Kolam Susu”
Iklan

”Kolam Susu”

Metafora ”tongkat kayu dan batu jadi tanaman” dalam lagu ”Kolam Susu” ciptaan Koes Plus sungguh merupakan pernyataan yang irasional. Lalu apa hubungannya dengan program ”food estate”-nya pemerintah?

Oleh
Nizar Machyuzaar
· 3 menit baca
Grup musik Koes Plus formasi tahun 1977. Dari kiri Tony Koeswoyo (organ), Yon (gitar), Murry (drum), dan Yok (bas).
ARSIP KOMPAS

Grup musik Koes Plus formasi tahun 1977. Dari kiri Tony Koeswoyo (organ), Yon (gitar), Murry (drum), dan Yok (bas).

Masih ingatkah Anda dengan lagu berjudul ”Kolam Susu”? Lagu ini dirilis Koes Plus tahun 1973. Lagu yang hit pada zamannya ini ditayangkan beberapa stasiun radio dan TVRI kala itu.

Bagaimana kita dapat membentuk imaji tentang kolam susu pada larik bukan lautan hanya kolam susu? Lalu, larik kail dan jala cukup menghidupimu seolah menegaskan bahwa sumber daya alam Indonesia ini begitu melimpah—terberi dari alam sebagai anugerah Tuhan.

Editor:
ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Bagikan
Kantor Redaksi
Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan 26-28, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000