logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanOrganisasi Guru Terus Perjuangkan Keadilan Bagi Guru Honorer

Organisasi Guru Terus Perjuangkan Keadilan Bagi Guru Honorer

Harkat, martabat, perlindungan dan kesejahteraan masih menjadi mimpi bagi guru honorer yang belum lulus seleksi aparatur sipil negara.

Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU
· 1 menit baca
Memuat data...
DOKUMENTASI AGSI

Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) memperjuangkan nasib guru honorer mata pelajaran sejarah yang tidak bisa ikut ujian seleksi PPPK tahap 1 pada 13-17 September 2021. Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma (memegang kertas, dari arah kanan) mengantarkan surat ke Kemendikbudristek untuk meminta penjelasan resmi atas nasib guru honorer sejarah.

JAKARTA, KOMPAS -  Sejumlah organisasi guru menemukan indikasi pelanggaran dan ketidakadilan yang merugikan para guru honorer dalam seleksi tahap 1 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Seharusnya, para guru honorer diprioritaskan dalam seleksi tersebut.

Pada 8 Oktober lalu diumumkan sebanyak 173.329 guru honorer lulus seleksi tahap 1 aparatur sipil negara (AS) berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Peserta diseleksi dari pengajuan pemerintah daerah sebanyak 506.252 orang yang memperebutkan 322.665 formasi.

Editor: Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan
Memuat data..