logo Kompas.id
β€Ί
Pendidikan & Kebudayaanβ€ΊMeremajakan Batik
Iklan

Meremajakan Batik

Batik telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO 12 tahun lalu. Pelestarian batik yang sedang gencar kini terhambat karena pandemi Covid-19.

Oleh
Sekar Gandhawangi
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/hJT5dLdA58bKja_hQzJndsSp2J8=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2Fb37499d9-cd2f-495e-8509-9938e554aee5_jpg.jpg
KOMPAS/IRMA TAMBUNAN

Motif Candi Muaro Jambi dibuat untuk memperkaya ragam hias batik Jambi. Koleksi motif di usaha batik Al-Fath, Jambi, Selasa (10/11/2020).

Keberadaan batik dalam kehidupan sehari-hari perlu diremajakan. Peremajaan batik bukan sekadar digunakan remaja atau orang muda generasi Y, Z, dan Alfa, melainkan termasuk membuat narasi batik yang relevan dengan masa kini. Niscaya lestarilah warisan budaya ini.

Mengenakan batik dalam keseharian nyatanya bisa menjadi menantang. Syifa Mahala, produser Swara Gembira, komunitas anak muda yang memperhatikan isu seni budaya mengatakan, ia kerap mengenakan kain batik ke kampus. Komentar bernada sumbang soal pakaiannya beberapa kali sampai ke telinganya.

Editor:
evyrachmawati
Bagikan