logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanKematian Siswi SMA di Minahasa Selatan Janggal, Polisi Diminta Ungkap Kasusnya

Kematian Siswi SMA di Minahasa Selatan Janggal, Polisi Diminta Ungkap Kasusnya

Kekerasan terhadap anak terus terjadi meskipun di masa pandemi Covid-19. Aparat penegak hukum didesak untuk mengungkap kasus-kasus tersebut dan memproses hukum agar korban mendapatkan keadilan.

Oleh Sonya Hellen Sinombor
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Peserta aksi membentangkan poster protes dalam aksi damai memperingati Hari Perempuan Sedunia 2020 bersama Aliansi Gerakan Perempuan Anti Kekerasan (Gerak Perempuan) di jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2020). Aksi tersebut menuntut pembahasan dan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat, dan ratifikasi konvensi ILO 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan dunia kerja.

AMURANG, KOMPAS — Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan niat pelaku-pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak. Seorang remaja perempuan, VM (16), warga Desa Poigar, Kecamatan Sinonsayang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, pada akhir tahun 2020, diduga dibunuh setelah mengalami kekerasan seksual. Polisi didesak segera ungkap kasus tersebut.

Sebab, dari informasi yang diperoleh Kompas, meski  peristiwanya telah berlangsung hampir enam bulan, hingga kini proses hukum kasus tersebut berjalan lambat. Keluarga didampingi kuasa hukum terus berjuang mendorong kepolisian setempat mengungkap kasus tersebut agar keluarga korban mendapat keadilan.

Editor: Adhitya Ramadhan
Bagikan
Memuat data..