logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanKekerasan Seksual Tak Sejalan dengan Nilai-nilai Agama Apa Pun

Kekerasan Seksual Tak Sejalan dengan Nilai-nilai Agama Apa Pun

Kekerasan seksual merupakan bentuk dari kejahatan kemanusiaan yang merendahkan martabat manusia. Karena itulah kehadiran RUU Penghapusan Kekerasan Seksual mendesak untuk melindungi para korban.

Oleh
Sonya Hellen Sinombor
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Raditya Helabumi

Beragam sepatu diletakkan di depan gerbang Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dalam aksi 500 Langkah Awal Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), Rabu (25/11/2020). Aksi tersebut merupakan bagian dari Kampanye 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan untuk mendorong upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Komnas Perempuan mendesak legislatif untuk menjadikan RUU PKS yang menjadi payung hukum bagi korban Kekerasan Seksual agar masuk dalam Prolegnas 2021. 

JAKARTA, KOMPAS  — Kekerasan dalam bentuk apa pun tak terkecuali kekerasan seksual sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama yang menjunjung tinggi cinta kasih dan perdamaian. Kekerasan tidak sejalan dengan upaya untuk mewujudkan sistem kehidupan yang adil bagi semua pihak termasuk perempuan. Oleh karena itu, sejumlah tokoh lintas agama, Rabu (9/6/2021), mendesak Dewan Perwakilan Rakyat untuk segera membahas dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Desakan tersebut disampaikan dalam pernyataan sikap perwakilan tokoh lintas agama seusai Dialog Publik ”Perspektif Agama-agama atas RUU Penghapusan Kekerasan Seksual” yang digelar BPN Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (Peruati) dan Jaringan Masyarakat Sipil untuk Advokasi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Editor:
Adhitya Ramadhan
Bagikan