logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanPandemi Dorong Digitalisasi Museum Perguruan Tinggi

Pandemi Dorong Digitalisasi Museum Perguruan Tinggi

Pengembangan museum digital di masa pandemi merupakan suatu keniscayaan. Kondisi ini menjadi tantangan, namun di lain sisi juga membawa peluang bagi keberlanjutan museum.

Oleh DEONISIA ARLINTA
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Bahana Patria Gupta

Pengunjung melihat koleksi Museum Huruf Jember saat Pameran Museum Satu Ruang di Gedung Serbaguna Universitas Dinamika, Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/9/2020). Pameran yang berlangsung daring dan luring tersebut melibatkan tiga museum, yaitu Museum Teknoform, Museum Blockbuster, dan Museum Huruf Jember.

JAKARTA, KOMPAS — Situasi pandemi memaksa operasional sebagian besar museum, termasuk museum perguruan tinggi ditutup. Sekalipun ada museum yang secara terbatas mulai membuka layanan, tingkat kunjungannya sangat rendah. Oleh karena itu, teknologi digital diharapkan bisa lebih dimanfaatkan agar masyarakat bisa tetap mengakses informasi dan literatur tanpa harus berkunjung secara tatap muka ke museum.

Ketua Dewan Kurator Museum Jenderal TNI (Purn) Soesilo Soedarman Cilacap Indroyono Soesilo menyampaikan, pengembangan museum digital pada masa pandemi merupakan suatu keniscayaan. Kondisi ini menjadi tantangan, tetapi di lain sisi juga membawa peluang bagi keberlanjutan museum.

Editor: Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan
Memuat data..