logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanMenanti Realisasi Pemajuan Kebudayaan

Menanti Realisasi Pemajuan Kebudayaan

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 membawa paradigma baru dari pelestarian menuju pemajuan kebudayaan. Empat tahun berlalu, amanat regulasi itu belum optimal dikerjakan.

Oleh Mediana
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Agus Susanto

Atraksi Tari Caci di Kampung Cecer, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (26/8/2016). 

Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang diundangkan pada 29 Mei 2017 menempatkan pemerintah sebagai fasilitator warga negara untuk memajukan kebudayaan. Perubahan paradigma ini sudah lama ditunggu. Namun, empat tahun berlalu, belum banyak amanat UU yang terealisasi.

Sesuai pasal 1 Ayat (3) UU No 5/2017, pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Pasal 5 UU No 5/2017 menyebutkan, obyek pemajuan kebudayaan meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Editor: Ichwan Susanto
Bagikan