logo Kompas.id
β€Ί
Pendidikan & Kebudayaanβ€ΊRezim Represif Menguat, Virus ...
Iklan

Rezim Represif Menguat, Virus Sensor dan Disinformasi Meluas

Virus sensor dan disinformasi meluas di kawasan Asia Pasifik seiring menguatnya pemerintahan yang represif di negara-negara di kawasan tersebut.

Oleh
Yovita Arika
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/l1z-30gtFms2SWFGcfxhcJaV1vk=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F01%2F20190126vio-unjuk-rasa-3_1548489201.jpg
KOMPAS/VINA OKTAVIA

Sekitar 30 jurnalis menggelar unjuk rasa memprotes Kebijakan Presiden Joko Widodo atas pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Bagus Narendra Prabangsa, Sabtu (26/1/2019), di Bandar Lampung. Keputuan itu dinilai menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers di Indonesia.

Praktik sensor dan pengawasan atas informasi terus meluas di negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Rezim diktator di kawasan ini menggunakan pandemi Covid-19 untuk memperkuat kontrol mereka atas informasi. Sementara sejumlah negara lain memberlakukan peraturan yang represif untuk membatasi infomasi dan kebebasan berpendapat.

Survei Indeks Kebebasan Pers Dunia 2021 oleh Reporters Without Borders yang dipublikasi pada 20 April 2021 menunjukkan, virus sensor atas informasi di China (kebebasan persnya di peringkat ke-177 dari 180 negara) telah menyebar ke negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik. Ini dimulai dari Hong Kong (peringkat ke-80) ketika Pemerintah China ikut campur melalui undang-undang keamanan nasional yang menimbulkan ancaman bagi jurnalisme.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan