logo Kompas.id
โ€บ
Pendidikan & Kebudayaanโ€บPerumusan Kebijakan Riset...
Iklan

Perumusan Kebijakan Riset Jangan Terjebak Nostalgia Geopolitik

Riset dan inovasi dapat membantu meningkatkan perekonomian nasional. Sayangnya, pengembangan riset dan inovasi masih belum menjadi prioritas utama kebijakan.

Oleh
Mediana
ยท 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/olRYV-5GEyDR1jKAp5uTSbN6HJQ=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2FDSC_9843_1617447299.jpg
HUMAS PT SAT NUSAPERSADA

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro (tengah) saat mengunjungi PT Sat Nusapersada, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (3/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS โ€” Perumusan kebijakan riset dan inovasi kerap terjebak nostalgia situasi geopolitik dan mengalami subordinasi. Hal itu mengakibatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tertinggal dari negara lain. Padahal, hasil riset bisa digunakan untuk meningkatkan pembangunan nasional.

Anggota Steering Committee Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), Robertus Robet, di sela-sela diskusi publik bertema โ€BRIN: Belenggu Riset dan Inovasi oleh Negara?โ€, Jumat (16/4/2021), di Jakarta, menegaskan, subordinasi riset dan inovasi malah kerap terjadi. Ada sejumlah faktor penyebab, di antaranya sejarah geopolitik.

Editor:
evyrachmawati
Bagikan