logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanPerempuan dan Anak Jadi Sasaran Radikalisme

Perempuan dan Anak Jadi Sasaran Radikalisme

Perempuan dan anak dapat berada dalam tiga posisi pusaran terorisme, yakni sebagai kelompok rentan terpapar, sebagai korban, dan sebagai pelaku. Penyebabnya, antara lain, budaya patriarki, ekonomi, dan akses informasi.

Oleh Sonya Hellen Sinombor
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Warga dari berbagai macam keyakinan menyanyikan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” saat berlangsung doa lintas iman di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/5/2018). 

Perempuan dan anak-anak kini menjadi sasaran dari kelompok radikalisme, estremisme, dan terorisme untuk melancarkan aksinya, seperti yang terjadi baru-baru ini di Makassar dan Jakarta. Oleh karena itu, upaya mencegah perempuan dan anak-anak agar tidak terpapar dalam pusaran radikalisme/terorisme harus dilakukan bersama-sama, pemerintah, masyarakat, termasuk sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat sipil.

Gerakan bersama yang juga melibatkan semua pihak, termasuk lembaga keagamaan, seperti Mejelis Ulama Indonesia (MUI), untuk mencegah perempuan dan anak terpapar paham radikalisme/terorisme. Selain itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga memberikan perhatian pada upaya pencegahan dengan menyiapkan keluarga, terutama perempuan, agar memiliki ketahanan.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Aloysius Budi Kurniawan
Memuat data..