logo Kompas.id
β€Ί
Pendidikan & Kebudayaanβ€ΊPerempuan Alami Kematian Fisik...
Iklan

Perempuan Alami Kematian Fisik dan Nonfisik

Selama beberapa tahun terakhir, perempuan menjadi target dari kelompok fundamentalis. Sejumlah perempuan bahkan tidak berdaya dan hidupnya dibatasi dalam berbagai hal, terutama jauh dari ruang-ruang publik.

Oleh
Sonya Hellen Sinombor
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/sI9GxQgY1UOMXuIMh5FTspOgJW8=/1024x574/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F08%2Fe773b5eb-48ce-470f-9541-e8c73dd86c91_jpg.jpg
KOMPAS/MACHRADIN WAHYUDI RITONGA

Mahasiswa peserta kuliah umum terkait paham radikalisme prihatin melihat tayangan presentasi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius sebagai pemateri di Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (29/8/2019). Tayangan tersebut menampilkan bagaimana doktrin kekerasan radikal telah ditanamkan dari kecil dan merugikan masyarakat.

JAKARTA, KOMPAS β€” Kendati fenomena keterlibatan perempuan dalam kelompok fundamentalis terus menguat, hingga kini tidak banyak yang menyadari bahaya dan dampak luas yang dialami perempuan. Perempuan tidak hanya mengalami kematian secara fisik karena menjadi korban bom dan sebagainya, tetapi kehidupannya juga mengalami kematian nonfisik pada jiwa, pikiran, kebebasan, dan kemandiriannya.

Ancaman fundamentalisme terhadap perempuan terungkap dalam penelitian kualitatif yang dilakukan Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) di lima daerah urban, yakni di Jakarta, Depok, Bekasi, Bandung, dan Solo Raya, tahun 2019-2020. Di kalangan fundamentalis, perempuan dianggap sebagai sumber fitnah. Karena itu, fitrah perempuan adalah tunduk secara permanen kepada lelaki sebagai upaya mengatasi masalah sosial yang ditimbulkan oleh fitnah perempuan.

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan