logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanJalur Rempah, Pintu Masuk...

Jalur Rempah, Pintu Masuk Penyelamatan Bumi

Sejarah Jalur Rempah menunjukkan Indonesia memiliki peran strategis dalam tataran geopolitik dan geoekonomi. Indonesia bisa menggandeng negara-negara yang dilalui Jalur Rempah untuk menyikapi isu global terkini.

Oleh
Mediana
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Xl2VqrFUdYLWCMjJGz3nw0g_afE=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F08%2F20170428TOK00039_1597228680.jpg
KOMPAS/ TOTOK WIJAYANTO

Benteng Belgica di Pulau Banda Naira, Kepulauan Banda, Maluku, dengan latar belakang Pulau Gunung Api, Jumat (28/4). Benteng ini menjadi saksi sejarah kejayaan VOC di pulau penghasil pala tersebut. Belgica dibangun VOC pada tahun 1602 untuk memantau pergerakan kapal-kapal asing yang melalui kawasan Pulau Banda.

JAKARTA, KOMPAS —  Jalur Rempah berperan strategis untuk memperkuat hubungan geopolitik Indonesia dengan negara-negara lain. Salah satu isu yang bisa diangkat dalam hubungan itu adalah menekan dampak perubahan iklim.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid saat membuka International Forum on Spice Route (IFSR) 2020, Senin (21/8/2020), di Jakarta, mengatakan, sejak 2016, Pemerintah Indonesia mengumpulkan informasi dan hasil studi secara sistematis. Kesimpulan penelitian mengerucut bahwa Jalur Rempah memiliki kekayaan sejarah.

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan