logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanBanyak yang Salah Memaknai Aturan Pembelajaran Jarak Jauh

Banyak yang Salah Memaknai Aturan Pembelajaran Jarak Jauh

Banyak guru dan orangtua yang tidak memahami panduan pembelajaran jarak jauh dengan tidak utuh. Akibatnya, pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 pun masih sering terjadi.

Oleh Mediana
· 0 menit baca
Memuat data...
Kompas/AGUS SUSANTO

Pelajar membuka telepon seluler memanfaatkan jaringan nirkabel gratis untuk koneksi internet dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) di aula Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/7/2020). Aula kelurahan tersebut digunakan oleh siswa SD dan SMP untuk PJJ sejak Senin (29/7/2020) mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00. PJJ berlangsung dengan menjalankan protokol kesehatan, seperti cuci tangan, ukur suhu tubuh, jaga jarak, dan memakai masker.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Aloysius Budi Kurniawan
Memuat data..