logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanPemerataan Pendidikan yang...

Pemerataan Pendidikan yang Berkeadilan

Pemerataan akses layanan pendidikan dan kualitas pendidikan melalui kebijakan zonasi harus diikuti pula dengan langkah redistribusi guru berkualitas serta pembenahan sarana dan prasarana di semua sekolah.

Oleh
Yovita Arika
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/PgKy9gYGpG-CgW236pcP_zGrdgc=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F07%2Fc73d642e-5aa1-48af-af6a-d35534f276eb_jpg.jpg
ANTARA

Warga berunjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019). Mereka memprotes kebijakan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) berdasarkan zonasi.

Bank Dunia dalam laporan tahun 2019 yang berjudul ”Janji Pendidikan di Indonesia” menyebutkan bahwa sejak 2000 angka partisipasi siswa meningkat lebih dari 10 juta orang atau 25 persen. Namun, tantangan masih banyak, mulai dari rendahnya kualitas pendidikan hingga tingginya ketimpangan pembelajaran antardaerah, bahkan antarsekolah.

Hasil Program Asesmen Siswa Internasional (PISA) 2018 menunjukkan, kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah, yaitu di peringkat ke-72 dari 77 negara yang disurvei. Indeks Modal Manusia pun masih rendah, yaitu di peringkat ke-87 dari 157 negara dalam Human Capital Index yang diterbitkan Bank Dunia pada 2018.

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan