logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanSelain Menyensor Film, LSF Juga Perlu Bangun Literasi Perfilman

Selain Menyensor Film, LSF Juga Perlu Bangun Literasi Perfilman

Selain menjalankan tugas penyensoran film, Lembaga Sensor Film juga perlu meningkatkan literasi publik dalam mengonsumsi film.

Oleh Mediana
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Riza Fathoni

Poster film terpasang di Indiskop di lantai teratas Pasar Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melantik secara virtual 17 anggota Lembaga Sensor Film atau LSF periode kepengurusan 2020-2024, Jumat (8/5/2020) di Jakarta. Sejumlah harapan dan masukan muncul dari para pemangku kepentingan sinema nasional.

Ketua Bidang Advokasi Kebijakan Badan Perfilman Indonesia (BPI) Alex Sihar mengatakan, selain melakukan penyensoran film, LSF perlu  meningkatkan kemampuan literasi  publik sehingga mereka menjadi penonton yang cerdas dalam mengonsumsi film. Beberapa upaya bisa dilakukan, antara lain  dengan membuat materi-materi infografis, buku-buku, dan video yang bertujuan membantu orangtua agar bisa menemani anak-anak mereka saat menonton film.

Editor: Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan
Memuat data..