logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanMomentum Seimbangkan Peran...

Momentum Seimbangkan Peran Suami-Istri dalam Keluarga

Oleh
· 2 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Dinamika kehidupan di kota besar membuka ruang bagi ibu rumah tangga untuk berkarier. Pada kondisi tersebut, peran ayah dalam keluarga semakin vital. Peringatan Hari Ayah menjadi momentum bagi pasangan suami-istri untuk lebih menyeimbangkan peran masing-masing dalam keluarga.Pandangan itu mengemuka dalam diskusi Perkumpulan Perusahaan untuk Pemberdayaan Wanita di Indonesia (IBCWE) di Kantor IBCWE, Jakarta, Jumat (10/11). Diskusi itu dilaksanakan dalam rangka menyambut peringatan Hari Ayah yang jatuh pada 12 November 2017. Alur diskusi didominasi pembahasan menyangkut pembagian peran yang seimbang antara suami dan istri. Direktur Eksekutif IBCWE Dini Widiastuti mengatakan, kesetaraan jender dewasa ini bukan hanya tentang perempuan. Besarnya peran laki-laki dalam mengurus rumah tangga juga menuntut persamaan kedudukan antara pria dan wanita.KeseimbanganMayoritas peserta diskusi sepakat terhadap adanya kecenderungan peningkatan partisipasi ibu rumah tangga dalam mencari nafkah. Peran seorang ayah guna terlibat lebih jauh dalam pekerjaan rumah tangga pun tak terelakkan. "Bukan berarti jika karier istri lebih baik daripada suami, dia bisa merendahkan suami. Kalau suami inferior dibandingkan dengan istri, maka keluarga itu akan timpang. Potensi perceraian pun menjadi meningkat. Jadi, memang harus sama-sama kuat dan mendukung," ujar Dini seusai diskusi. Sebaliknya, Dini juga meminta ayah atau suami tidak membatasi istrinya untuk berkarier. Merujuk pada data World Employment and Social Outlook: Trends for Women 2017, jumlah perempuan yang terjun di dunia kerja secara global tidak mencapai 50 persen. Data tersebut, kata Dini, mengonfirmasi adanya pembatasan kebebasan pada perempuan untuk terjun ke dunia kerja. "Akan tetapi, kini, mulai ada pergeseran budaya. Pasangan muda sekarang banyak berdiskusi terlebih dahulu dan membuat kesepakatan-kesepakatan internal dalam rumah tangganya. Sudah ada kecenderungan suami membebaskan istrinya untuk tidak harus menjadi ibu rumah tangga," katanya.Dini mengakui keseimbangan peran antara ayah dan ibu memang tidak mudah untuk dilakukan. Namun, keterlibatan ayah dalam mengasuh buah hati menyebabkan hubungan antara ayah dan anak menjadi jauh lebih baik. (DD10)

Editor:
Bagikan