logo Kompas.id
Di Balik Berita”Open Trip” di Bunaken yang...
Iklan

”Open Trip” di Bunaken yang Bikin Sakit Hati dan Kepala

Kalau saja bukan karena alam bawah laut Bunaken yang indah, tamasya itu akan jadi salah satu penyesalan saya tahun ini, cuma gara-gara foto yang tidak seberapa.

Oleh
KRISTIAN OKA PRASETYADI
· 6 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/saVExJh3E444lwFM2QyeKC3GgH0=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2F6b2d4ba5-26db-47e8-9368-3680a48d0f9d_JPG.jpg
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Wisatawan memberi roti kepada ikan-ikan di perairan Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (27/3/2021). Bunaken yang mendatangkan pemasukan negara bukan pajak sebesar Rp 7,8 miliar selama 2015-2019 tetap menjadi destinasi andalan pariwisata di Sulut.

Terkadang jawaban paling menarik dari narasumber terlontar ketika dirinya tidak tahu sedang diliput. Saat itulah respons yang mereka beri bisa sangat asli dan tidak jarang sarkastik. Bagi wartawan, jawaban-jawaban seperti itu justru bisa jadi bahan bagus untuk tulisan.

Satu jawaban serupa saya temui akhir Maret 2021 ketika meliput bagaimana pelaku usaha lokal di Manado, Sulawesi Utara, menerapkan protokol kesehatan pencegah Covid-19 dalam kegiatan wisata. Kebetulan, pemerintah pusat dan daerah sedang mengampanyekan standar kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (cleanliness, health, safety, environment sustainability/ CHSE).

Editor:
Emilius Caesar Alexey
Bagikan