logo Kompas.id
CerpenAldrich dan Mimpinya Menjadi Wordsmith

Aldrich dan Mimpinya Menjadi Wordsmith

Ferroshire, cukup jauh dari town (kota yang lebih kecil dari city). Begitu pun dengan Aldrich yang cukup jauh dari cita-citanya.

Oleh Mochammad Aldy Maulana Adha
· 1 menit baca
Memuat data...
DIDIE SW

Didie SW

Pemuda miskin itu bercita-cita menjadi penempa kata-kata: penulis. Tepatnya Wordsmith. Cita-cita yang cukup ganjil di sebuah hamlet (desa yang lebih kecil dari village), yang hampir genap menjadi surga para tukang besi.

Ferroshire adalah hamlet yang memiliki 2 ritus peribadatan: setiap pagi warganya yang hanya berjumlah 69 jiwa menyembah patung paron setinggi 13 kaki—yang berlapiskan emas—setiap malam, mengitari sebuah bangun ruang; kubus besar berwarna putih yang di dalamnya ada sebongkah meteorit (benda langit yang terdiri dari kombinasi mineral nikel dan besi) sembari menenggak Wine Putih (sejenis minuman dari anggur yang dapat memabukkan) hingga tak sadarkan diri sampai pagi.

Editor: Maria Susy Berindra
Bagikan
Memuat data..