logo Kompas.id
CerpenBibir-bibir yang Manis

Bibir-bibir yang Manis

Rumah dan pelatarannya yang besar menjadi tempat pemberhentian Sri.

Oleh Bagus Sulistio
· 1 menit baca

Tidak ada yang lebih manis daripada bibir seorang perempuan bernama Sri. Wanita Jawa tulen yang jadi kebanggaan keluarganya. Bibirnya yang tipis terlihat enak jika dilumat. Sayangnya ia berasal dari keluarga petani getah karet. Bapak dan ibunya merupakan jongos Belanda dan kecantikannya tenggelam karena status sosialnya.

”Sayang sekali kamu, Nduk. Bibirmu menggoda, kalau kamu lahir dari keluarga priayi kamu pasti jadi istri kesultanan.”

”Alah, sudahlah Pak. Jadi istri mandor kebun karet pun sudah cukup.”

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Maria Susy Berindra
Bagikan
Memuat data..