logo Kompas.id
SastraCerpenSetelah Perang di Pulau Galang

CERPEN DIGITAL

Setelah Perang di Pulau Galang

Hari ini, matahari sore masih terasa panas. Di depan kamp pengungsianku, aku duduk memandangi puluhan anak Vietnam.

Oleh Risen Dhawuh Abdullah
· 1 menit baca

Dingin udara malam menusuk tulang saat kapal yang kutumpangi tiba di sebuah pulau. Malam ini tidak hujan sehingga memudahkan kami—orang-orang yang berada di kapal—menurunkan barang-barang bawaan, tanpa ketergesaan. Aku menurunkan barang bawaan dengan menggigil, meskipun jaket melekat pada tubuhku. Setelah barang bawaan tidak ada yang tersisa, kulihat gerombolan lelaki mendekati kapal itu. Mereka membawa kayu dengan api menyala di ujung. Saat berangkat dari Malaysia menuju pulau ini, aku mendengar perbincangan beberapa orang bahwa kapal akan dibakar begitu sampai di tujuan. Kami diusir dari Malaysia karena dianggap mengganggu masyarakat di sekitar tempat yang kami singgahi.

Editor: Putu Fajar Arcana
Memuat data..