SastraCerpenKebun Cengkeh

CERPEN DIGITAL

Kebun Cengkeh

Sarpono, nama teman ayah Hana yang menjadi cerita itu, ia merasa sudah ahli dan tidak bermaksud mengikat dirinya pada suatu penopang.

Oleh N. Ayu Hapsary
· 1 menit baca

Bagai deburan ombak, sepoi angin itu berembus menerpa rambut Hana yang terurai. Kadang kencang, kadang pelan. Ia melihat begitu rimbuknya daun-daun dari pohon cengkeh yang sudah menjulang tinggi, bahkan melebihi tiang listrik. Aroma sejuk dari semilir kehijauan pepohonan cengkeh itu meraba hidungnya. Lamat-lamat terdengar suara gesekan dedaunan yang bergerak oleh udara, masuk ke rongga pendengarannya.

Editor: Putu Fajar Arcana
Memuat data..