logo Kompas.id
Bebas AksesMusisi, Penyair, hingga Perupa...
Iklan

Musisi, Penyair, hingga Perupa Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur

Konser amal ”Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur” akan diadakan pada Rabu (7/12/2022) malam di Bentara Budaya Jakarta. Sumbangan akan diberikan kepada penyintas gempa di Kabupaten Cianjur.

Oleh
SEKAR GANDHAWANGI
· 4 menit baca
Gitaris dan penyanyi Endah Widiastuti, gitaris Dewa Budjana, General Manager Bentara Budaya Jakarta Ilham Khoiri, seniman dan gitaris Tommy Garux, Direktur Dana Kemanusiaan Kompas Tomy Trinugroho, kurator Bentara Budaya Jakarta Putu Fajar Arcana, dan kurator Bentara Budaya Jakarta Frans Sartono (dari kiri ke kanan) memberikan keterangan pers pra-acara Konser Amal Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Senin (5/11/2022). Pada 7 Desember 2022 akan diadakan konser amal bertajuk “Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur” di Bentara Budaya Jakarta.
IVAN DWI KURNIA PUTRA

Gitaris dan penyanyi Endah Widiastuti, gitaris Dewa Budjana, General Manager Bentara Budaya Jakarta Ilham Khoiri, seniman dan gitaris Tommy Garux, Direktur Dana Kemanusiaan Kompas Tomy Trinugroho, kurator Bentara Budaya Jakarta Putu Fajar Arcana, dan kurator Bentara Budaya Jakarta Frans Sartono (dari kiri ke kanan) memberikan keterangan pers pra-acara Konser Amal Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Senin (5/11/2022). Pada 7 Desember 2022 akan diadakan konser amal bertajuk “Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur” di Bentara Budaya Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS — Sebanyak 48 musisi serta sejumlah penyair dan perupa akan bergabung dalam konser amal ”Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur” yang rencananya berlangsung pada Rabu (7/12/2022) malam. Dana yang terkumpul akan disalurkan ke penyintas gempa Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Konser direncanakan diadakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, pada pukul 19.00 hingga selesai. Beberapa gitaris Tanah Air yang ikut serta dalam konser ini adalah Dewa Budjana, Endah Widiastuti, Tohpati, Denny Chasmala, Gerald Situmorang, Baim, Boris Simanjuntak, dan Josephine Alexandra.

Ada pula Gugun, Ridho Hafiedz, Ernest (Cokelat), Tommy Garux, dan Sony (J-Rocks). Sejumlah penyanyi juga akan tampil, antara lain Tompi, Ipang Lazuardi, Sheryl Sheinafia, Kaka (Slank), dan Kikan.

”Jika dihitung, total ada 36 gitaris, empat musisi pendamping, dan delapan penyanyi. Musisi yang ikut 48 orang. Sekitar 40 gitaris (di antaranya) juga penyanyi,” kata gitaris Endah Widiastuti yang juga panitia penyelenggara konser di Jakarta, Senin (5/12/2022).

Sebagai gitaris, sebagai musisi, kami percaya take and give (memberi dan menerima) harus balance (seimbang). Jadi, (kami) menerima bantuan di masa sulit, tapi juga membantu orang saat mereka kesulitan.

Para musisi lintas genre tersebut akan tampil secara berkelompok. Endah, misalnya, akan satu panggung dengan penyanyi Sheryl. Ini pertama kalinya mereka tampil sepanggung. Adapun Dewa Budjana direncanakan tampil bersama, antara lain, Gerald Situmorang dan Andy (Rif).

Gitaris Dewa Budjana mengatakan, sejumlah musisi memiliki jadwal yang padat setelah pandemi Covid-19 terkendali. Kendati demikian, mereka tetap menyanggupi ajakan berpartisipasi di konser amal. ”Kalau acara bencana, semua tidak pernah menolak buat ikut karena hanya ini yang bisa kami sumbangkan,” ucapnya.

General Manager Bentara Budaya dan Communication Management Kompas Gramedia Ilham Khoiri mengatakan, donasi bisa diberikan melalui rekening Dana Kemanusiaan Kompas. Donatur juga bisa menyumbang secara langsung saat konser atau dengan membeli karya seni.

Baca juga: Parade Gitar untuk Korban Gempa

Puisi dan lelang karya

Selain itu, sejumlah penyair seperti Joko Pinurbo, Hasan Aspahani, dan Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri juga akan membacakan puisi saat konser amal. Joko Pinurbo yang ada di Yogyakarta diperkirakan mengirim puisi ke panitia.

”Presiden Penyair Sutardji akan membacakan sendiri puisinya. Ini kesempatan jarang dan langka,” kata Kurator Bentara Budaya Putu Fajar Arcana.

Iklan

Di sisi lain, sumbangan juga dikumpulkan melalui lelang lukisan dan gitar. Setidaknya ada tiga gitar yang dilelang, salah satunya adalah gitar milik musisi Ridho ”Slank”. Gitar-gitar yang dilelang akan dibubuhi tanda tangan para gitaris.

Gitaris Dewa Budjana (tengah) berbicara dalam konferensi pers pra-acara Konser Amal Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Senin (5/12/2022). Pada 7 Desember 2022 akan diadakan konser amal bertajuk “Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur” di Bentara Budaya Jakarta. Konser ini akan menampilkan 48 musisi. Selain pertunjukan musik, acara ini juga akan menggelar lelang karya lukis dan gitar yang ditandatangani oleh para musisi. Semua hasil dari gelaran konser amal dan lelang akan diserahkan kepada korban gempa Cianjur melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas.
IVAN DWI KURNIA PUTRA

Gitaris Dewa Budjana (tengah) berbicara dalam konferensi pers pra-acara Konser Amal Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Senin (5/12/2022). Pada 7 Desember 2022 akan diadakan konser amal bertajuk “Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur” di Bentara Budaya Jakarta. Konser ini akan menampilkan 48 musisi. Selain pertunjukan musik, acara ini juga akan menggelar lelang karya lukis dan gitar yang ditandatangani oleh para musisi. Semua hasil dari gelaran konser amal dan lelang akan diserahkan kepada korban gempa Cianjur melalui Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas.

Setidaknya ada pula 10 lukisan yang akan dilelang. Salah satu lukisan dibuat oleh gitaris dan pelukis Tommy Karmawan dengan judul ”As Long As You’re Happy”. Lukisan lain dibuat beberapa perupa, seperti Ilham Khoiri, Ika W Burhan, Diana Dee Mohy, dan Gihon Nugrahadi.

Menurut Fajar Arcana, seni merupakan bahasa paling manusiawi dan paling lembut yang digunakan manusia untuk menyampaikan duka, simpati, dan kasih ke korban bencana. ”Saya rasa ini bahasa seni. Seni didayagunakan untuk menjadi medium menyampaikan rasa duka dan kebersamaan kepada korban gempa di Cianjur,” ucapnya.

Baca juga: Lagu Penggerak Kalbu

Konser keempat

Ini keempat kalinya konser Gitaris untuk Negeri digelar. Sebelumnya, konser pernah digelar pada 2010 untuk membantu penyintas letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan bencana alam lain di masa itu.

Konser pernah juga dilakukan pada 2014 untuk membantu penyintas erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara, dan untuk korban banjir Jakarta. Sumbangan yang terkumpul mencapai Rp 1,7 miliar dan 10 dollar Singapura (Kompas,15/2/2014).

Gitaris Indonesia Peduli Negeri
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Gitaris Indonesia Peduli Negeri

Pada 2018, konser serupa digelar lagi untuk menggalang bantuan bagi penyintas gempa di Sulawesi Tengah dan Lombok. Sumbangan yang terkumpul hingga konser berakhir mencapai Rp 3,6 miliar. Sumbangan itu dihimpun dari pemberian donatur, penjualan tempe, lelang puisi, lelang gitar, dan kolekte tunai (Kompas, 12/10/2018).

”Sebagai gitaris, sebagai musisi, kami percaya take and give (memberi dan menerima) harus balance (seimbang). Jadi, (kami) menerima bantuan di masa sulit, tapi juga membantu orang saat mereka kesulitan. Semangat ini yang dipupuk teman-teman gitaris,” ujar Endah.

Baca juga: Gerak Nada untuk Sesama

Menurut informasi yang dihimpun, sudah ada sejumlah pihak yang berdonasi untuk penyintas gempa Cianjur. Ada pula pihak yang ikut lokakarya berbayar untuk membuat tempe yang nanti dijual saat konser. Dari lokakarya itu, setidaknya diperoleh Rp 13 juta.

Aksi gitaris I Wayan Balawan dan Tohpati saat konser Gitaris Indonesia Peduli Negeri di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Kamis (11/10/2018) malam. Konser ini berhasil menggalang dana miliaran rupiah untuk donasi kepada korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Aksi gitaris I Wayan Balawan dan Tohpati saat konser Gitaris Indonesia Peduli Negeri di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Kamis (11/10/2018) malam. Konser ini berhasil menggalang dana miliaran rupiah untuk donasi kepada korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Informasi soal donasi ini juga disampaikan ke pengusaha-pengusaha pada forum Kompas100 CEO Forum di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12/2022). Menurut Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) Antonius Tomy Trinugroho, pimpinan Kompas Gramedia mengatakan bahwa dana yang terkumpul dari pengusaha kala itu mencapai Rp 2,7 miliar.

Antonius menambahkan, DKK mengapresiasi perhatian semua pihak untuk membantu korban gempa. Adapun DKK akan meninjau kebutuhan penyintas di lokasi agar sumbangan yang terkumpul bisa dimanfaatkan dengan baik. ”Kami hanya menyalurkan supaya dana yang masuk betul-betul bermanfaat dan berguna bagi penerima,” katanya.

Editor:
ADHITYA RAMADHAN
Bagikan