logo Kompas.id
Bebas AksesSenyumlah meski Bermasker

Senyumlah meski Bermasker

Pemakaian masker demi menghindari penularan Covid-19 membuat kita tak bisa melihat senyum indah semua orang. Padahal, senyum bukan hanya jadi alat komunikasi non-verbal, melainkan juga bisa menyejahterakan semua orang.

Oleh
M Zaid Wahyudi
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Remaja berswafoto dengan penari seusai pertunjukan seni di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Ngablak, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (10/10/2021). Di tengah pandemi, nyaris sebagian besar aktivitas kita dilalui dengan bermasker. Meski demikian, kebahagiaan tetap bisa terpancar meski sebagian wajah kita tertutup masker.

Hampir dua tahun terakhir, separuh wajah bagian bawah kita tak lagi bisa dilihat orang-orang yang tak tinggal serumah. Pemakaian masker demi menghindari penularan dan penyebaran Covid-19 membuat kita tak bisa melihat senyum indah semua orang. Padahal, senyum bukan hanya menjadi alat komunikasi non-verbal, melainkan juga bisa menyejahterakan semua orang.

Senyum adalah cerminan jiwa yang bahagia dan sejahtera. Senyum juga jadi simbol keramahan dan kehangatan hingga bisa mendekatkan interaksi sosial dan mengurangi ketegangan. Senyuman tulus, bukan palsu, mampu memberi rasa nyaman dan tidak terancam.

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan