logo Kompas.id
DeskPencuri Air Berusaha Mengaburkan Jejak Bukti

Pencuri Air Berusaha Mengaburkan Jejak Bukti

Komplotan pencuri air perpipaan ingin jejak kejahatannya tak terlacak. Mereka mengaburkan jejak dan bukti dokumen mengenai keterlibatan warga. Salah satu modusnya bertransaksi tunai pada setiap jasa ilegalnya.

Oleh Irene Sarwindaningrum, Danang David Aritonang, Insan Al Fajri, Andy Riza Hidayat
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM

WY (57), Warga Kapuk Muara, Jakarta Utara menuliskan nama-nama pelaku yang meminta bayaran puluhan juta rupiah untuk pemasangan air perpipaan secara ilegal. Belakangan ia merasa ditipu karena seluruh saluran itu dicabut meskipun ia sudah membayar mahal.

JAKARTA, KOMPAS – Komplotan pelaku pencurian air perpipaan memastikan tidak ada jejak bukti aliran dana maupun dokumen yang bisa dikaitkan dengan mereka. Mereka juga mengaburkan identitas sehingga sulit dilacak.

Mereka lihai dalam mengaburkan jejak. Cara ini membuat praktik ini pun langgeng bertahun-tahun tanpa  menyentuh jaringan pelaku. Sementara warga yang membayar jasa mereka berhadapan dengan resiko, mulai diputus jaringannya meskipun sudah mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah hingga membayar denda yang tak sedikit. Sementara para pelaku yang tak terlacak dan dibuktikan keterlibatannya itu melenggang bebas meraup uang.

Editor: Andy Riza Hidayat
Bagikan
Memuat data..