logo Kompas.id
β€Ί
Bebas Aksesβ€ΊKolaborasi Vaksin Covid-19...
Iklan

Kolaborasi Vaksin Covid-19 BioNTech-Pfizer, Melampaui Rivalitas Seribu Tahun

Kerja sama dan pertemanan personal antara peneliti Jerman asal Turki, Ugur Sahin dan Ozlem Tureci, dengan CEO Pfizer Albert Bourla asal Yunani jadi simbol harapan melawan pandemi Covid-19 yang telah melumpuhkan dunia.

Oleh
satrio pangarso wisanggeni
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/fJ0ZhcIgzhCrxKPWYzM6Cj03Bj4=/1024x665/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2FScreen-Shot-2020-11-11-at-17.50.29_1605091851.jpg
ARSIP BIONTECH

BioNTech, perusahaan bioteknologi yang berbasis di Mainz, Jerman, didirikan oleh pasangan suami istri peneliti Jerman berdarah Turki, Dr Ugur Sahin (55) dan Dr Ozel Tureci (53). BioNTech bersama Pfizer mengembangkan vaksin Covid-19 yang diklaim memiliki efektivitas 90 persen.

Dalam beberapa hari terakhir, pemberitaan Covid-19 didominasi dengan kabar kesuksesan Pfizer dan BioNTech mengembangkan calon vaksin yang memiliki efektivitas 90 persen. Sekilas, melihat Pfizer dan BioNTech, muncul kesan sebuah hubungan kerja sama yang konvensional antara perusahaan farmasi Amerika Serikat dan sekumpulan pakar biotek asal Jerman.

Namun, melihat lebih dalam, ada sesuatu yang tidak biasa dari pencapaian ini, ada kisah mengenai imigran dalam pasangan suami-istri peneliti Jerman berdarah Turki serta pertemanan lintas batas antagonisme Yunani-Turki di balik calon vaksin Covid-19 yang paling menjanjikan ini.

Editor:
khaerudin
Bagikan