logo Kompas.id
SastraCerpenCinta di Tengah Wabah Korona

CERPEN DIGITAL

Cinta di Tengah Wabah Korona

Di kota, tiga belas kilometer dari kampung Kregolan, di ruang khusus sebuah rumah sakit pemerintah, Pidil terbujur di salah satu tempat tidur pasien.

Oleh Abul Muamar
· 1 menit baca

Sarmiji membalikkan badan untuk membuka kembali pintu depan rumahnya setelah baru berjalan dua langkah ke dalam karena mendengar suara seseorang memanggil di luar. Tadinya ia hendak mandi setelah mengurus kebun kecil di samping rumahnya. Ia memang sudah mencuci kaki dan tangannya dengan sabun lewat keran air yang ada di halaman rumahnya sesuai anjuran yang akhir-akhir ini sering ia dengar, tetapi ia masih merasa kurang bersih kalau belum membasuh seluruh tubuhnya.

Editor: Putu Fajar Arcana
Memuat data..