logo Kompas.id
Bebas AksesWaspadai ”Duet Maut” Kebakaran Hutan dengan Covid-19

Waspadai ”Duet Maut” Kebakaran Hutan dengan Covid-19

Kebakaran hutan dan lahan diperkirakan meningkat pada musim kemarau. Persiapan intensif harus benar-benar dilakukan untuk mencegah dampak berlipat kebakaran yang terjadi bersamaan dengan merebaknya pandemi Covid-19.

Oleh ICHWAN SUSANTO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/IRMA TAMBUNAN

Hujan yang mulai turun pada sejumlah wilayah di Jambi belum mampu memadamkan seluruh bara api pada hamparan gambut di Kabupaten Muaro Jambi. Kebakaran masih menjalar pada sejumlah perkebunan sawit dan hutan, tampak areal yang telah hangus dalam patroli udara tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (10/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS — Persiapan pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini sangat menentukan pengurangan risiko lebih fatal ketika kejadian tersebut terjadi bersamaan dengan penyebaran penyakit Covid-19. Diperlukan antisipasi di tingkat tapak dengan memastikan lahan gambut sebasah mungkin sampai  puncak musim kemarau pada  Agustus-September. Selain itu, perlu diintensifkan juga pengawasan terhadap korporasi dan masyarakat.

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh provinsi di Indonesia—termasuk tujuh provinsi rawan kebakaran—dikhawatirkan memecah konsentrasi persiapan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai dengan musim kemarau mendatang. Namun, persepsi ini perlu dibalik supaya menjadi pelecut untuk mengantisipasi dampak berlipat dari kebakaran dan Covid-19. Persiapan intensif harus benar-benar dilakukan untuk menangani keduanya.

Editor: Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan
Memuat data..