logo Kompas.id
Bebas AksesInteraksi Manusia dan Satwa...

Interaksi Manusia dan Satwa Liar Picu Penyakit Menular

Pandemi Covid-19 yang terjadi di banyak negara saat ini menjadi pembelajaran penting untuk mengurangi intensitas interaksi dengan fauna liar. Hal itu bisa dilakukan dengan menghentikan perburuan satwa liar.

Oleh
ICHWAN SUSANTO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/n4PGFjB2nyPE83Pyz1BgvKekwKg=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F05%2F20180130_PRIMATA_B_web.jpg
Kompas/Rony Ariyanto Nugroho

Warga dan aktivis dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menggelar aksi dalam memperingati Hari Primata Nasional di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, dengan tema ”Indonesia Bebas Topeng Monyet”, Selasa (30/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Pandemi Covid-19 yang menjadi permasalahan serius bagi kesehatan dan ekonomi banyak negara saat ini menjadi pembelajaran penting untuk mengurangi intensitas interaksi dengan fauna liar. Itu bisa dilakukan dengan menghentikan perburuan dan perdagangan satwa liar dari hutan dan melindungi habitat satwa liar tersebut di alam.

Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Cahyo Rahmadi, Selasa (20/4/2020), dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Greenpeace Indonesia, mengatakan, secara alami satwa liar memiliki virus, bakteri, dan mikroorganisme pada tubuhnya. ”Sebagai default, satwa liar host (inang) berbagai virus dan mikroba. Satwa liar, ya, gudangnya,” ujarnya.

Editor:
evyrachmawati
Bagikan