logo Kompas.id
Bebas AksesBahasa Indonesia Semakin...

Bahasa Indonesia Semakin Banyak Menyerap Kosakata Asing

Bahasa Indonesia menyerap semakin banyak kosakata asing. Kemajuan teknologi informasi mempercepat penyerapan itu beberapa tahun belakangan. Saat bersamaan, sebagian bahasa daerah kehilangan penutur.

Oleh
MEDIANA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/exoBWfrXhr_UxKeQx-Kj_sBY6V4=/1024x648/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F11%2F20181106RWN1_1541501925.jpg
KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dadang Sunendar memberi sambutan dalam pembukaan Festival Literasi di Solo, Jawa Tengah, Selasa (6/11/2018).

Sejak dulu, bahasa Indonesia memang bersifat terbuka. Kosakata dari negara-negara yang pernah menjajah Indonesia, seperti Belanda, Jepang, Portugis, Spanyol, Perancis, dan Inggris, sudah merasuki bahasa kita. Begitu pula bahasa dari negara-negara yang memiliki hubungan budaya erat dengan kita, katakanlah seperti Arab, India, atau China.

Kini, di tengah dekapan teknologi digital, proses penyerapan juga berjalan. Sejak sepuluh tahun terakhir, kosakata serapan dari bahasa asing dan istilah bidang ilmu terus bertambah. Jumlahnya mencapai ribuan kata. Internet yang berkembang pesat menjadi pengaruh utama.

Editor:
ilhamkhoiri
Bagikan