logo Kompas.id
β€Ί
Bebas Aksesβ€ΊAnomali Perbedaan Bahasa dan...
Iklan

Anomali Perbedaan Bahasa dan Genetika di Halmahera

Maluku Utara menjadi tempat bertemu populasi Austronesia dan Melanesia atau Papua. Namun, sebaran data bahasa di kelompok populasinya ternyata tidak linier dengan data genetika.

Oleh
Ahmad Arif
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/pm0kf6IqJmQPOTM0FNijzuccLeY=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F12%2F20191219AIK1_1576760964.jpg
Kompas

Utu (70), warga suku Togutil yang berbahasa non-Austronesia, kini menetap di Dusun Lalaici, Desa Yawanli, Kecamatan Maba Tengah, Halmahera Timur, Kamis (19/12). Sebagian masyatakat Togutil saat ini masih tinggal berpindah-pndah di hutan sebagai pemburu dan peramu.

MABA, KOMPAS β€” Maluku Utara menjadi tempat bertemu populasi Austronesia dan Melanesia atau Papua. Meski demikian, sebaran data bahasa di kelompok populasinya ternyata tidak linier dengan data genetik. Padahal, di daerah lain di Indonesia, bahasa kerap mempresentasikan corak genetikanya.

Sekalipun mayoritas bahasa mereka non-Austronesia, sebagian besar populasi di Maluku Utara membawa marka genetik Austronesia. Fenomena itu menunjukkan sebagai unsur kebudayaan, bahasa bisa dipinjam suatu populasi.

Editor:
evyrachmawati
Bagikan