logo Kompas.id
Artikel OpiniSrikandi di Singgasana...

Srikandi di Singgasana Pengadil

Komposisi hakim yang heterogen dapat memperkaya pendekatan yang seimbang untuk menegakkan hukum dan menerapkan kesetaraan jender. Bahkan, kehadiran hakim perempuan menjadi motor penggerak reformasi peradilan.

Oleh
ACHMAD FAUZI
· 1 menit baca
Ilustrasi
SUPRIYANTO

Ilustrasi

Keterwakilan hakim perempuan di pengadilan menjadi horizon baru perjuangan kesetaraan. Eksistensi srikandi pengadil mendobrak kultur patriarki yang selama ini membelenggu cipta, rasa, dan karsa perempuan dalam urusan domestik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2020 jumlah hakim perempuan mencapai 28,27 persen dari total jumlah hakim atau naik dari tahun 2019 yang mencapai 26,69 persen. Data tersebut mengonfirmasi perempuan menjadi bagian dari pelaku pembangunan berkelanjutan 2030 (Sustainable Development Goals/SDGs).

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan