logo Kompas.id
Artikel OpiniUkraina Korban Dua Ego Besar

Ukraina Korban Dua Ego Besar

Dalam posisinya saat ini, paling tidak Ukraina harus menjadi negara netral sebagaimana Finlandia. Kendati berorientasi ke Barat, Finlandia menolak menjadi anggota NATO dan tetap berhubungan baik dengan Rusia.

Oleh
SMITH ALHADAR
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/g_i22xOaGR432QDqxeyRClPBeT0=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F03%2F03%2F07a8d5c6-1f84-4894-a5ba-2ec9095e6556_jpg.jpg

Pada 24 Februari, setelah berkali-kali mengatakan tak berniat melakukannya, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi militer skala penuh Rusia ke Ukraina, tetangganya di sebelah barat. NATO pimpinan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan berbagai sanksi yang keras, yang diyakini akan melemahkan rezim serta melumpuhkan ekonomi Rusia dan, pada gilirannya, menggerogoti popularitas Putin di dalam negeri. Rakyat Rusia, akibat lilitan ekonomi, diharapkan bangkit melawan presiden mereka sendiri. Sementara itu, demonstrasi anti-Putin berlangsung di berbagai penjuru dunia. Dilihat dari risikonya, invasi ini tergolong nekat. Apalagi muncul pula perlawanan rakyat Rusia terhadap rezim Putin.

Rusia yang putus asa

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan