logo Kompas.id
Artikel OpiniInvasi Rusia ke Ukraina dan...

Invasi Rusia ke Ukraina dan Kebangkitan ”Great Power”

Invasi Rusia ke Ukraina merupakan langkah politik yang diambil Putin untuk menunjukkan kepada dunia akan kebangkitan ”great power” Rusia.

Oleh
AHMAD SAHIDE
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/58F4MXXj_VnO0oHiMH4bcAf1_N8=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F03%2F04%2F2372915a-7a15-4406-9d2a-f3e7f2f306b8_jpg.jpg

Runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an yang juga menandai berakhirnya Perang Dingin dilihat oleh Francis Fukuyama sebagai akhir dari perang ideologi global. Seturut Fukuyama, tidak ada lagi ideologi yang mampu menyaingi ideologi kapitalisme global di bawah pimpinan Amerika Serikat (AS). Rusia, negara yang tersisa dan lahir dari puing-puing reruntuhan Uni Soviet, dinyinyiri oleh negara-negara Barat dengan julukan the sick man of Europe. Rusia di mata Barat telah mengalami kemunduran dari kiprahnya di panggung politik internasional.

Rusia adalah ahli waris resmi dari Uni Soviet pasca-keruntuhannya, maka hubungan atau politik luar negeri Rusia terhadap Amerika tidak bisa terlepas dari sejarah persaingan perebutan pengaruh dari keduanya yang berlangsung pada era Perang Dingin yang mana Amerika keluar sebagai pemenangnya. Rusia tetap saja menyimpan dendam sejarah terhadap Amerika yang memecundanginya tersebut. Dan Rusia, di bawah Presiden Vladimir Putin yang menjabat pada 2000-2008 serta 2012-2024, kemudian terlihat perlahan mulai merangkak bangkit untuk merebut kembali status great power di kancah politik dunia, menantang hegemoni Barat.

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan