logo Kompas.id
Arsip KompasTerpasungnya Kebebasan...
Iklan

Terpasungnya Kebebasan Ekspresi

Oleh
· 2 menit baca

Ini salah satu fakta pemasungan kebebasan berekspresi di Tanah Air. Di masa Orde Baru, pemerintah ikut campur tangan soal penampilan kaum pria, khususnya dalam tata rambut. Entah dari mana rujukan berpikirnya, kala itu rambut gondrong dicap sebagai simbol perlawanan terhadap penguasa.

Melalui berbagai propagada, dibangunlah cara pandang yang “miring” bahwa rambut gondrong identik dengan virus subversi, urakan, lekat dengan kriminal dan pengangguran, serta berbagai streotipe lainnya seputar pria berambut panjang. Intinya, rambut gondrong tidak mencerminkan kepribadian bangsa! Standar “gondrong” itu sendiri tak pernah dijelaskan dengan baku.

Institusi pendidikan yang sejatinya jadi ruang berpikir merdeka dan egaliter ikut latah dalam cara pandang yang bias itu. Harian Kompas edisi 7 Januari 1977 mewartakan, Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, mensyaratkan calon mahasiswa tidak berambut gondrong. Di samping hasil tes, potongan rambut ikut menentukan berhak-tidaknya pria lulusan SLTA mengenyam bangku kuliah di USU.

Editor:
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000