logo Kompas.id
β€Ί
Analisis Politikβ€ΊBahaya Otoritarianisme...
Iklan

Bahaya Otoritarianisme Terselubung

Bahaya otoritarianisme harus kita bincangkan dan lawan sejak sekarang. Upaya-upaya untuk melanggengkan kekuasaan melalui cara-cara yang seakan demokratis harus dicegah.

Oleh
Bivitri Susanti
Β· 1 menit baca
Bivitri Susanti
DOKUMENTASI PRIBADI BIVITRI SUSANTI

Bivitri Susanti

Pemuja dan pengkritik penguasa adalah keniscayaan dalam demokrasi. Yang tak lazim dan berbahaya dalam bernegara ialah ketika pengkritik dibuat terdiam dengan berbagai cara. Mulai dari menjadikannya sebagai bagian dari penguasa sehingga tidak lagi kritis dan bahkan berubah menjadi pendukung sampai memberi tekanan bagi pengkritik yang tak ingin bergabung menjadi bagian dari penguasa. Dukungan mengalir tidak hanya karena rekrutmen aktivis dalam pemerintahan, tetapi juga penundukan kaum intelektual melalui otoritas kampus dan proyek-proyek dengan dukungan finansial guna memberi stempel pada kebijakan yang acap kali tak bijak.

Sementara itu, tekanan diberikan dengan berbagai cara. Tekanan fisik dilakukan, misalnya, pada saat demonstrasi berlangsung. Penggunaan teknologi untuk membungkam suara kritis juga dilakukan, seperti tindakan peretasan dan pelanggaran data pribadi. Bahkan, belakangan ini sistem hukum kerap disalahgunakan untuk menekan pengkritik, seperti yang dilakukan terhadap Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar, menggunakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik yang sangat bermasalah.

Editor:
ANTONY LEE
Bagikan