logo Kompas.id
β€Ί
Analisis Budayaβ€ΊBukannya Lupa
Iklan

Bukannya Lupa

Gencarnya disinformasi dan misinformasi oleh kubu Marcos di media sosial paling banyak disebut sebagai penyebab kemenangan Bongbong.

Oleh
Ariel Heryanto
Β· 1 menit baca
Ariel Heryanto
KOMPAS/RIZA FATHONI

Ariel Heryanto

Hasil pemilu di Filipina minggu lalu mengejutkan dunia. Bongbong (Ferdinand Marcos Junior) unggul dengan jumlah suara berlipat ganda melampaui pesaingnya. Ia putra diktator Ferdinand Marcos (1965-1986) yang terkenal kejam menindas rakyat dan rakus menjarah harta negara.

Marcos terguling people power pada 1986. Pada masa itu, di Indonesia diktatornya jauh lebih kejam dan rakus. Topik demokrasi kerakyatan RI tak mungkin dibahas terbuka. Maka peristiwa di Filipina diliput besar-besaran di media massa RI untuk melampiaskan rindu dendam politik di tanah air sendiri. Dendam itu meletup dalam Reformasi 1998 dan akhir kekuasaan Soeharto persis 24 tahun lalu hari ini.

Editor:
MOHAMMAD HILMI FAIQ
Bagikan